Sungguh indah dan nyaman perasaan apabila mendapat kasih sayang daripada Tuhan yang sentiasa menyediakan segala keperluan kita, meluaskan keampunan dan rahmat-Nya kepada kita. Kemuncak daripada perjalanan kehambaan ini adalah apabila dijemput untuk menziarahi Allah di syurga kelak. Digambarkan oleh ‘ulama; apabila mendapat jemputan tersebut, hati terasa begitu berdebar bagaikan hendak tercabut jantung.
Berkata Syeikh Ahmad bin Abi al-Huwara di dalam kitab Zuhud: Aku telah mendengar sebahagian daripada sahabat kami, kalau tidak salah dia ialah Abu Sulaiman ad-Darani rhadhiyallahu ‘anhu berkata:

Sesungguhnya bagi iblis itu ada seorang syaitan yang bertugas untuk merosakkan amalan seorang ahli ‘ibadat yang mungkin mengambil masa 20 tahun lamanya. Tugasnya adalah menggoda ahli itu sehingga ia bercerita kepada orang lain yang ia melakukan sesuatu amalan dalam rahsianya. Maka syaitan ini akan merasa puas hati kalau boleh ia menjadikan pahala ahli ‘ibadat itu menurun daripada tingkatan sirr (rahsia) kepada tingkatan jahr (nyata).
Showing posts with label Ruqyah. Show all posts
Showing posts with label Ruqyah. Show all posts

Wednesday, 28 September 2011

Ruqyah Jibril


 
Maksud : Aku berlindung dengan wajah Allah yang Maha Mulia dan dengan Kalimat-Kalimat Allah yang Sempurna yang tidak ada “melampauinya” segala kebaikan mahupun keburukan dari kejahatan apa yang masuk ke dalam bumi  dan apa yang keluar darinya dan dari kejahatan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan dari kejahatan fitnah di malam dan siang  hari dan dari kejahatan jalan-jalan  dimalam dan siang hari, kecuali suatu jalan yang dilalui dengan kebaikan, wahai yang Maha Penyayang.
(Ta’awudz (doa perlindungan) diatas diajarkan oleh Malaikat Jibril a.s kepada Rasulullah SAW ketika malam Isra’ dan Mikraj. Ketika itu Nabi SAW dihadang oleh jin ifrit yang diutus oleh iblis yang membawa obor untuk membakar Nabi Muhammad SAW. Lalu Rasulullah membaca doa perlindungan tersebut sehingga ifrit tersebut kalah menyingkir (H.R Iman Al-Bukhari)


Wahai anak, tidurlah di bawah aliran takdir, berbantal dengan kesabaran, setujuilah takdir, dan beribadah dengan menunggu kelapangan." 
~Sheikh Abdul Qadir Jailani~

Tuesday, 27 September 2011

Sayyidul Istighfar

 
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan teladan bagi orang-orang beriman dalam segala hal. Beliau teladan dalam hal dzikrullah (mengingat Allah). Sehingga suatu ketika Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu’anhapernah memberi kesaksian.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

Aisyah radhiyallahu’anha berkata: ”Nabi shollallahu ’alaih wa sallam senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan.” (HR Bukhary 558)


Lalu dalam hadits yang lain putera Umar bin Khattabradhiyallahu’anhuma bersaksi bahwa beliau benar-benar menghitung dalam satu kali duduk dalam suatu majelis Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidak kurang dari seratus kali memohon ampun dan bertaubat kepada Allah.

Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar menghitung dzikir Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dalam satu kali majelis (pertemuan), beliau mengucapkan 100 kali (istighfar dalam majelis): “Ya Rabb, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang.” (HR Abu Dawud 1295)

Kebiasaan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam berdzikirmengingat Allah dalam setiap keadaan serta memohon ampunan Allah menunjukkan betapa seriusnya beliau dalam upaya menjalin hubungan dengan Allah Rabbul ‘aalamien. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak ingin melewatkan sesaatpun tanpa mengingat Allah dan memohon ampunanNya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menunjukkan kepada para pengikutnya bahwa seorang yang mengaku beriman sudah sepatutnya memperbanyak mengingat Allah. Sebab semakin sering mengingat Allah berarti akan semakin tenteram hati seseorang.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingai Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)

Ketenteraman Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan orang-orang beriman muncul ketika sedang mengingat Allah. Dan Allah menyuruh orang-orang beriman untuk mengingat Allah sebanyak mungkin. Tidak seperti orang-orang munafik yang tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. Mereka tidak merasa perlu untuk sering apalagi banyak mengingat Allah. Mereka mengerjakan sholat dengan kemalasan dan dengan niyat untuk dilihat dan dipuji manusia. Pada hakikatnya orang-orang  munafik kalaupun mengingat Allah, maka mereka hanya dzikir dengan jumlah yang sangat sedikit dan tidak berarti.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرً

”Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al-Ahzab ayat 41)

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى
 الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

”Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (QS AN-Nisa ayat 142)


Lalu Nabi shollallahu ’alaih wa sallam merupakan hamba Allah yang gemar memohon ampunan Allah dan bertaubat kepadaNya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin mendidik ummatnya agar selalu menghayati bahwa manusia selalu dalam keadaan banyak berbuat dosa. Sehingga manusia selalu membutuhkan ampunan Allah. Manusia selalu dalam keadaan cenderung menyimpang dari jalan yang lurus. Sehingga manusia perlu untuk selalu bertaubat (kembali) kepada Allah dan jalan Allah.

Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan suatu lafal doa yang disebut Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar). Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memotivasi orang-orang beriman melalui lafal doa Sayyidul Istighfar. Barangsiapa yang setiap hari membiasakan dirinya membaca doa tersebut  dengan penuh keyakinan, maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjamin pelakunya sebagai penghuni surga di akhirat kelak.


Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Penghulu Istighfar ialah kamu berkata: “Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta kholaqtani  wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta (Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada ilaha selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku; dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).”  Barangsiapa yang membaca doa ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang membaca doa ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhary 5831)

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang gemar mengingatMu, gemar memohon ampunanMu dan gemar bertaubat (kembali) ke jalanMu. Amin ya Rabb.

http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/sayyidul-istighfar-penghulu-istighfar.htm

Wahai anak, tidurlah di bawah aliran takdir, berbantal dengan kesabaran, setujuilah takdir, dan beribadah dengan menunggu kelapangan."
~Sheikh Abdul Qadir Jailani~

Monday, 26 September 2011

Doa Pelindung Diri

 بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ الأَرْضِ وَلاَ فِيْ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Maksudnya : Dengan Nama Allah yang dengan namaNya tidak akan memberi mudharat apa pun yang ada di bumi dan di langit dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Riwayat Tirmidzi & Abu Daud)

Dalam Sunan at-Tirmidzi dikatakan: "Sesiapa yang pada waktu pagi dan petang membaca doa ini sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan ditimpa keburukan pada hari itu.


أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ الله التَّامَّات مِنْ شَرِّ مَا خَلَق
Maksudnya : Aku berlindung dengan kalimah-kalimah Allah yang sempurna daripada keburukan makhluk. (Riwayat Muslim)

Perawi hadis ini berkata: Aku mendengar Rasullah s.a.w bersabda: "Sesiapa yang membaca doa ini sebanyak tiga kali pada satu malam, maka ia tidak akan ditimpa keburukan pada malam itu." Pada satu malam, perawi hadis ini disengat kala jengking. Kemudian orang bertanya kepadanya:"Mana hadis yang kamu riwayatkan dahulu kepada kami, sedang kamu sekarang (ditimpa keburukan yang serupa) disengat kalajengking?" Ia menjawab:"Demi Zat yang tidak ada Tuhan selain Allah, aku lupa membacakan doa itu pada malam ini"

Wahai anak, tidurlah di bawah aliran takdir, berbantal dengan kesabaran, setujuilah takdir, dan beribadah dengan menunggu kelapangan." 
~Sheikh Abdul Qadir Jailani~

Rihul Ahmar - Doa dan Riwayat

 Penyakit angin ahmar atau stroke amat ditakuti kerana jika menyerang akan menyebabkan mangsa menjadi lemah, lumpuh sebelah badan atau keseluruhannya. Ia sukar diubati dan boleh membawa kepada kematian.

Untuk menghindarinya amalkanlah doa yang diajar oleh Rasullullah SAW ini selalu atau sekurang-kurangnya bacalah sekali seumur hidup semoga kita terpelihara diri dari serangan penyakit Rihul Ahmar (Angin Ahmar) ini.







Maksudnya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang; dan dengan-Nya kami memohon pertolongan; dan dengan Allah; dan dari Allah; dan kepada Allah; dan segala pujian tertentu bagi Allah; dan tiada Tuhan melainkan Allah; dan Allah Maha Besar, yang Maha Mulia dan Maha Agung; yang aku takut dan bimbang terhadap-Nya. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya; segala pujian tertentu bagi Allah, sebanyak-banyak pujian. Dan Maha Suci Allah pagi-pagi dan petang-petang. Dengan nama Allah yang menyembuhkan, dengan nama Allah yang mencukupkan; dan dengan nama Allah yang menyihatkan; dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada memberi mudharat sesuatu apa jua di bumi dan di atas langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan Kami turunkan sesetengah dari Al-Quran yang menjadi penawar dan rahmat untuk orang-orang yang beriman.

Ya Allah, aku yang menjampi dan Engkau yang menyembuhkan. Aku berlindung dengan-Mu daripada kejahatan yang telah Engkau takdirkan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku berlindung dengan Allah, Tuhanku dan Penciptaku, Pembentukku dan Pencipta Rupabentukku dan Pemberi Rezeki sekalian manusia. Aku berlindung dengan Allah daripada sekalian kebinasaan, dan segala maksiat, bala bencana, penyakit dan segala kesakitan, kemalasan, kemunduran dan kebinasaan.

Ya Allah, lindungilah penanggung (pengguna) suratku ini dengan nama-Mu yang Maha Mulia dan Maha Agung; dan sifat-sifat-Mu yang sempurna, wahai Yang Mempunyai Kebesaran dan Kekayaan. Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan dan alam malakut; wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kegagahan. Maha Suci Engkau, alangkah besarnya Engkau wahai pencipta segala langit dan bumi. Wahai Tuhan tempat berlindung mereka yang menyesal (akan dosa-dosa mereka); wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang-orang miskin; wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kekuasaan, wahai Tuhan yang mempunyai belas kasihan dan memberi kebajikan dan Ihsan; wahai Tuhan yang banyak kasih sayang, wahai Tuhan yang banyak memberi; wahai Tuhan yang Maha Gagah dan tiada sesiapapun yang mampu mengalahkan-Nya; wahai Yang Melindungi dan Dia tidak memerlukan perlindungan, aku berlindung dengan-Mu dari azab ke atas badan dan kesempitan; dan aku berlindung dengan-Mu dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit yang besar yang menimpa ke atas diri dan roh, darah dan daging, tulang dan kulit, urat dan urat saraf.

Maha Suci Engkau; yang apabila Engkau menghendaki sesuatu maka Engkau hanya mengatakan “Jadilah! Maka jadilah ia”. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Wahai Tuhan yang menjadikan; wahai Tuhan yang membuat kebajikan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai Tuhan yang Maha Adil, wahai Tuhan yang Berdiri dengan Keadilan, wahai Tuhan yang mendengar tangisan orang-orang yang meminta pertolongan. Wahai Tuhan yang memulakan (dari tiada kepada ada), wahai Tuhan yang mengembalikan, wahai Tuhan yang menolak, wahai Tuhan yang Mencukupkan. Wahai Tuhan yang menyembuhkan, wahai Tuhan yang meng’afiatkan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan terhadap orang yang memohon pertolongan.

Wahai Tuhan yang menerima kesyukuran, wahai Tuhan yang banyak memberi balasan atas kesyukuran. Wahai Tuhan yang Maha Kasih Sayang, wahai Tuhan yang Maha Belas Kasihan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan, wahai Tuhan yang Maha Berkuasa, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai yang Maha Berkuasa, wahai Tuhan yang Maha Agung, wahai Tuhan yang mendahulukan, wahai Tuhan yang mengkemudiankan. Wahai Tuhan yang hidup, wahai Tuhan yang berdiri dengan sendiri-Nya, yang membalas mereka yang jujur dengan balasan ke atas tiap-tiap diri dengan apa yang mereka usahakan. Wahai Tuhan yang memerintahku, wahai Tuhanku yang memiliki aku, wahai Tuhan yang memberi perlindungan.
Wahai yang Maha Mengetahui sesuatu yang kami sembunyikan dan kami dedahkan; wahai Hakim yang menjatuhkan hukuman, wahai Tuhan yang memerintah sekalian orang-orang yang beriman; wahai Tuhan pembantu orang-orang yang dhaif dan miskin; wahai Tuhan yang Mencukupi keperluan orang-orang yang bertawakkal.

Wahai Tuhan yang mendatangkan malam ke atas siang dan siang ke atas malam; wahai Tuhan yang Gagah (mengalahkan) setiap syaitan yang sangat durhaka, wahai Tuhan yang mengalahkan setiap orang yang sombong lagi degil; wahai Tuhan sebaik-baik Pemerintah; wahai Tuhan yang sebaik-baik memberi pertolongan, wahai Tuhan yang memberi rezeki kanak-kanak yang kecil, wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang tuan (yang sangat tua), wahai Tuhan yang memerintah orang-orang yang beriman; wahai Tuhan bagi orang-orang yang dahulu dan orang-orang yang kemudian; wahai Tuhan yang pengasih kepada orang-orang yang bertaubat, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari kalangan yang mengasihi. Wahai Tuhan sebaik-baik pengampun dari yang mengampuni; wahai Tuhan sebaik-baik pewaris; wahai Tuhan sebaik-baik Pemberi Keputusan; wahai Tuhan yang memerintah pada Hari Pembalasan.

Ya Allah, hanya Engkaulah yang aku sembah dan hanya kepada Engkaulah aku memohon pertolongan. Dan kepada-Mu aku bertawakkal. Dan kepada-Mu aku gemar dengan apa yang ada di sisi-Mu. Kepada-Mu aku berharap dan hanya Engkau yang aku takuti. Ya Allah, peliharalah aku dari segala kepayahan hidup dan penyakit-penyakit dan segala kesakitaan dan kesusahan dan darah hitam.

Ya Allah, peliharalah aku dari penyakit yang merbahaya dan dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit darah kuning, dan segala kebinasaan dan segala maksiat dan pengsan, dan kerungsingan dan kesedihan dan dukacita dan dari di penjara. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan binatang buas, dan binatang yang melata, serta permusuhan (benci membenci) orang awam, dan dari kekalahan dan kejahatan syaitan; dan raja, kemarau, kemahalan barang keperluan, dan gempabumi, dan bala bencana, dan keruntuhan bangunan, dan serangan musuh. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan orang-orang yang jahat dan tipudaya orang-orang yang melampau, dan dari sesuatu yang silih berganti atasnya oleh malam dan siang melainkan yang datang itu adalah dengan baik, wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan setiap kejadian yang Engkaulah pemegang ubun-ubunnya; sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang tegak dan lurus. Engkau ialah Tuhanku dan di atas Engkau jua aku bertawakkal, dan Engkaulah yang Mencukupkan aku, dan sebaik-baik yang Mewakili, sebaik-baik Pemerintah dan sebaik-baik yang Memberi Pertolongan. Dan tiada daya upaya bagiku melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Dan cukuplah kami oleh Allah, dan sebaik-baik yang mewakili sebagai Pemerintah dan Engkau sebaik-baik pemberi pertolongan. Allah yang mencukupkan, Allah yang menyembuhkan, Allah yang memberi a’fiat. Dan ucap selawat oleh Allah ke atas penghulu kami Nabi Muhammad dan ke atas keluarga dan sahabat-sahabatnya; selamat sejahtera; dan segala pujian bagi Allah Tuhan Pemerintah Seluruh Alam. Amin…


Riwayat:
Pada satu ketika semasa Nabi Sulaiman A.S. di atas singgahsana kerajaannya di hadapan manusia, jin dan juga binatang, ia merasai bahawa ia berkuasa memerintah semua makhluk Allah di dunia ini. Dalam keadaan demikian itu, tiba-tiba datang satu lembaga yang besar lagi dasyat rupanya. Nabi Sulaiman merasa takut dan gementar melihatnya. Lalu ia bertanya siapakah sebenarnya lembaga itu dan apakah tujuan kedatangannya.
Lembaga itu menjawab, ia bernama ” Rihul Ahmar”. Satu penyakit yang merbahaya di antara lain-lain penyakit. Allah mencipta dirinya sedemikian rupa dan diberi kuasa mendatangkan kesakitan kepada anak-anak Adam. Ia boleh meresap di tubuh manusia seperti darah mengalir di dalam urat saraf. Tatkala Allah hendak memberi azab kepada sesiapa yang dikehendakiNya ia memberi kuasa kepadanya supaya masuk ke dalam badan. Jika ia masuk ke dalam otak hilanglah akal seseorang itu. Kalau ia masuk menerusi hidung maka akan lahir penyakit bengkak-bengkak, sembam dan sehingga binasalah keseluruhan anggotanya.
Mendengar itu Nabi Sulaiman A.S. memerintahkan mereka yang berada di sekelilingnya membunuh dan membakar Lembaga itu. Rihul Ahmar menjawab bahawa tidak ada seorangpun yang dapat menghalangnya berbuat demikian kerana Allah telah menjadikannya sedemikian rupa dan melanjutkan umurnya.

Kemudian Lembaga itu pun ghaib sehingga ke zaman Rasulullah S. A.W. Telah diriwayatkan bahawa cucu Rasulallah iaitu Syaidina Hassan r.a. telah mengidap sakit rongga dan keluar darah daripadanya. Jibrail A.S. datang dan memberitahu bahawa cucu baginda itu terkena sakit Rihul Ahmar.

Bila ditanya adakah ubatnya, Jibrail A.S. mengatakan ada, lalu ia ghaib sebentar kemudian datang semula kepada Rasulullah S.A.W. Jibrail A.S.mengatakan bahawa Allah S.W mengurniakan satu hadiah doa yang mustajab kepada sesiapa yang membacanya satu kali seumur hidupnya. Insyallah ia akan selamat daripada penyakit Rihul Ahmar.

Rasulullah pun membacanya untuk cucunya. Lalu beliau pun sembuh serta bangun berdiri dalam keadaan yang cukup sihat. Rasulullah telah bersabda kepada sahabat-sahabatnya supaya mempelajari doa tersebut dan mengajarnya kepada umatnya yang lain supaya mereka mendapat manfaat.

Rujukan : @ PENAWAR KALBU

Wahai anak, tidurlah di bawah aliran takdir, berbantal dengan kesabaran, setujuilah takdir, dan beribadah dengan menunggu kelapangan." 
~Sheikh Abdul Qadir Jailani~

Tuesday, 13 September 2011

Selawat Tafrijiyah

 Selawat TAFRIJIYAH atau dipanggil Selawat NARIYAH



"Ya Allah! Limpahkanlah rahmat yang sempurna dan berilah kesejahteraan yang sempurna kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang menjadi sebab terlepasnya sesuatu yang masih mengalami jalan buntu dan terbukanya kesempitan serta didatanginya semua hajat dan diperoleh semua pemberian serta Husnul Khatimah (sempurna akhir hayatnya) dan diturunkan siraman mendung hujan lantaran keagungan baginda. (Dan limpahkanlah rahmat dan salam) kepada keluarga baginda dan sahabat di dalam setiap kerlipan mata dan nafas dengan bilangan semua yang diketahui oleh-Mu, wahai Zat yang menguasai seluruh alam".

Selawat Nariyah disebut juga selawat "Tafrijiyyah" yang ertinya terbuka sehingga menjadi lapang. Selawat ini jika diamalkan dapat menghilangkan kesempitan dengan izin Allah SWT. Bagi seseorang yang menginginkan agar kehidupan sehariannya berjalan lancar, jauh dari gangguan dan persaingan sebaiknyalah ia mengamalkan selawat Nariyah dengan membacanya selepas solat fardhu sebanyak yang ia mampu.


Bagi orang yang menghadapi kesempitan atau kebuntuan dalam menyelesaikan apa-apa masalah baik dalam bidang perdagangan atau di dalam menghadapi orang yang berniat jahat maka selawat ini bolehlah dibaca sehingga 4,444 kali.


Kata Imam Addainuri Rahimahullah sesiapa yang membaca selawat ini setiap selepas solat fardhu sebanyak 11 kali yang dijadikan wirid nescaya tidak putus rezekinya dan ia akan mencapai ke derajat yang tinggi. Kata Al_Qurtubi pula sesiapa yang membaca selawat ini setiap hari sebanyak 44 kali nescaya Allah SWT hilangkan dukacitanya dan diluaskan rezekinya dan dibukakan segala peluang berkebajikan dan dikasihi oleh orang ramai.

1. Menurut Imam Ad-Dainuri, barangsiapa membaca selawat ini 11 KALI setiap hari setiap lepas sembahyang lima waktu, REZEKInya tidak putus-putus dan mendapat kedudukan yang tinggi.

2. Menurut Imam Al-Qurtubi, barangsiapa membaca selawat ini 41 KALI atau 100 KALI, ALLAH akan menghilangkan segala dukacita dan dimudahkan segala urusan kehidupan.

3. Barangsiapa membaca selawat ini 313 KALI setiap hari, nescaya akan terbuka beberapa rahsia ghaib.4. Barangsiapa membaca selawat ini 4444 KALI akan tercapai segala cita-cita dan hajat dunia dan akhirat.

Wahai anak, tidurlah di bawah aliran takdir, berbantal dengan kesabaran, setujuilah takdir, dan beribadah dengan menunggu kelapangan." 
~Sheikh Abdul Qadir Jailani~

Monday, 12 September 2011

Ayat Kursi

Ayat Kursi
Ayat Kursi diturunkan setelah hijrah.

Semasa penurunannya ia telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat kerana kehebatan dan kemuliaannya.


Syaitan dan iblis juga menjadi gempar kerana adanya satu perintang dalam perjuangan mereka.
Rasullah s.a.w. dengan segera memerintahkan Zaid b Tsabit menulis serta menyebarkannya.


1) Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, InsyaAllah akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Allah s.w.t.
2)Mengikut keterangan dari kitab"Asraarul Mufidah" sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah.
3)Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, InsyaAllah Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta memudahkannya menerima ilmu pengetahuan.


Wahai anak, tidurlah di bawah aliran takdir, berbantal dengan kesabaran, setujuilah takdir, dan beribadah dengan menunggu kelapangan." 
 ~Sheikh Abdul Qadir Jailani~

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Aishah r.a.hu telah bertanya kepada Nabi Muhammad s.a.w.:”Adakah diantara pengikut-pengikutmu yang akan memasuki syurga tanpa perhitungan?”Nabi Muhammad s.a.w. menjawab:”Ya, dia ialah orang yang banyak menangis menyesali segla dosa-dosanya yang telah ia lakukan.”